CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Showing posts with label myprojects. Show all posts
Showing posts with label myprojects. Show all posts

Saturday, March 26, 2011

Kisah Hiu Kecil

Kisah Hiu Kecil

Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk
dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah
utk disajikan.
Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan
dengan es.

Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu
kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut
tetap hidup.

Mesti demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati dikolam buatan
tersebut.

Bagaimana caranya mereka menyiasatinya?
Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut. Ajaib!! Hiu
kecil tersebut "memaksa" salmon-salmon itu terus bergerak karena jangan
sampai dimangsa.
Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit!

Diam membuat kita mati!
Bergerak membuat kita hidup!
Barangkali kurang lebih itulah pesan moral yang dapat kita tangkap dari
gambaran diatas.







Apa yang membuat kita diam?
Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman.

Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga
kita tidak sadar bahwa kita t'lah mati.
Ironis, bukan?

Apa yang membuat kita bergerak?
Masalah, pergumulan dan tekanan hidup.
Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif
dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu.

Disaat-saat seperti itu biasanya kita akan ingat Tuhan dan berharap kepada
Tuhan. Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun
menjadi berkembang luar biasa!!

Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada
saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup.

Itu sebabnya syukurilah "hiu kecil" yang terus memaksa kita untuk bergerak
dan tetap survive!

Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus
bergerak...


source : email from my beloved dad :)

Saturday, March 12, 2011

ujian praktek 12 bahasa.

kami selaku anak kelas XI Bahasa yang dari tahun ke tahun menjadi EO untuk Ujian Praktek Sastra Indonesia menyelenggarakan dan akhirnya menyelesaikan ini.
wow setelah perjuangan keras dan perjalanan panjang menyelesaikan panggung buat tampil Ujian Praktek Sastra Indonesia kelas XII Bahasa tanggal 11 Maret 2011 dinyatakan SUKSES ! gilaaaaa gak nyangka banget!
gue yang tadinya jadi seksi dokumentasi beralih jadi bagian sound system dan sound effect + backsong.
itu buat pertama kalinya gue jadi bagian sound system tapi ternyata gue berhasil!!
semua nya berhasil!! padahal sebelumnya kita pada cekcok dan berantem buat nyiapin ini semua dan PUJI TUHAN kita semua sukses !!

Tuesday, March 8, 2011

love me.

love me for what i am, not for what i should be.


Thursday, February 24, 2011

cinta. apa itu?


"tulis nomor hape lo di sini aja." suruh Hardi.
Thea yang sedang menulis catatan sewaktu itu kaget karena Hardi.
"buat apaan ?"
"gak apa - apa."
Akhirnya Thea menuliskan nomor handphone di catatan B.Inggrisnya.

Hari berlalu begitu saja dan entah kenapa mulai lah muncul gosip - gosip anak SMP. Mereka seperti men-comblangi Thea dengan Hardi, padahal mereka sebenarnya hanya berteman biasa.

Tapi sebenarnya secara tidak sadar muncullah rasa saling suka di antara mereka namun salah satu dari mereka belum berani mengakui itu.
Hari berlalu dan mereka semakin dekat namun mereka hanya berani di depan layar handphone mereka masing - masing. Mungkin sepintar - pintarnya bangkai disembunyikan lama - lama tercium juga. Yaah! mereka diketahui oleh seluruh kelas kalau ternyata mereka ternyata dekat dan semakin hari mereka makin menjadi bulan - bulanan para teman sekelas.
setiap kelompok mereka hampir dijadikan satu, jika tidak sekelompokpun selalu ada cara bagi anak - anak satu kelasnya untuk menyatukan mereka.

Sampai suatu saat, ketika mereka memang sedang dekat, datanglah seseorang baru di hidup Thea secara tiba - tiba dan hati Thea pun mulai tergoyahkan. Semakin hari Thea, Hardi dan Martin selalu barengan dalam kelompok.

"bagusan gue atau Hardi ?" isi sms Martin malam itu.
"maksud lu?" balas Thea.
"maennya. bagusan mana ?"
"bagusan lu kok." balas Thea.
Sebenarnya ada penyebab mengapa Thea memilih menjawab bagusan Martin. Thea menjawab itu karena meman sedang ada masalah dengan Hardi.

Ternyata Martin tau nomor Thea itu karena Martin diam - diam mencatat di tangannya sewaktu Thea menuliskan nomornya di catatan B.Inggrisnya Hardi dan pada akhirnya Martin dengan Thea semakin dekat setiap hari :)

Kelas 7 itu hampir saja berakhir dan Hardi mulai lebih rajin lagi mendekati Thea dan Thea semakin sadar kalau mereka ternyata saling suka namun Thea masih terbebani oleh Martin yang semakin hari semakin berani menunjukkan bahwa dia ada feel kepada Thea.

Ada kejadian waktu istirahat, Thea sedang sendirian duduk di kursi belakang karena dia memang sedang ada masalah keluarga waktu itu tiba - tiba Martin datang menghibur dan ia meminjam handphone Thea dengan alasana mau bermain padahal di benak Thea,' hape gue khan hape murah, apa yang mau di maenin coba?' tapi Thea rela - rela saja handphone-nya di genggaman Martin.
Tidak berapa lama setelah Martin meninggalkan Thea sendiri di belakang, Martin bermain bersama teman - temannya dan tidak sengaja Martin terjatuh dan berdarah
Thea kaget setengah mati dan dia khawatir, Martin seperti melihat ke arah Thea namun Thea takut untuk mendekatinya.
Akhirnya teman yang lain yang mengobati luka Martin. Hardi ternyata memperhatikan setiap tingkah laku mereka berdua.

"kalian itu sebenernya saling suka,The" kata Anty.
"tapi dia gak berani nunjukkin tuh kalo dia suka sama gue." sahut Thea sinis.
"waktunya aja yang belom tepat." kata Anty.

Cinta dua hati.
Memang itu yang Thea rasakan.
Sampai pada saatnya Martin terlebih dahulu menyatakan cintanya. Thea menjawab 'IYA' walau dengan embel-embel 'qta backstreet dlu ya.'
yaaa hubungan mereka berlanjut namun entah mengapa Thea belum berani menyatakannya secara publik bahkan Thea seperti tidak menganggap Martin sebagai pacarnya yang sekarang.
Mungkin karena Thea masih takut sama teman - teman sekelasnya yang kecewa berat karena lebih memilih Martin daripada Hardi yang sebenarnya sudah jauh lebih dekat dengan Thea.

Sampai pada kelas 8 pun Hardi tetap perhatian kepada Thea walau intensitas sms-an mereka berkurang.
Hardi tetap memberi foto copy-an pelajaran yang tertinggal kepada Thea karena ia seorang kakak MOS sewaktu itu.
Namun lama kelamaan Hardi hanyalah akan menjadi kenangan bagi Thea walau Thea sudah sempat bilang ke Hardi kalau ia sayang dengan Hardi namun saat itu Thea sudah jadi milik Martin.

Martin merupakan cinta pertamanya sekaligus pacar pertamanya, entah seistimewa apa Martin sampai menganggap martin adalah cinta pertamanya.
Martin benar - benar menunjukkan rasa sayangnya kepada Thea apalagi saat Thea sangat kehilangan Om nya yang paling ia sayang. Martin tetap setia menghibur Thea dan selalu berusaha membuat Thea selalu tersenyum, sampai sekarang :)

Namun ternyata hubungan mereka tidak berjalan lama seperti yang diinginkan Thea karena Thea sudah berkorban memilih Martin dibandingkan Hardi.

Selama berbulan - bulan Thea hanya terpaku pada Martin tanpa terasa ada seorang cowo sebut saja Hervie. Dia bisa memulihkan luka hati Thea yang sudah begitu dalam dan akhrnya mereka berjalan bersama lagi, cukup lama namun ternyata kisah cinta itu harus kandas di tengah jalan lagi. Kalau kali ini karena Thea, ia yang memutuskan untuk mengakhiri tanpa memberi alasan yang jelas kepada Hervie.

Lagi - lagi Thea menutupi semua apa yang ia rasa. Thea sebenarnya meresa tertekan. Ia takut karena nilai rapotnya begitu turun drastis dan orang tuanya melarangnya untuk pacaran. Terpaksa Thea harus melakukan itu dan mungkin sampai saat ini Hervie belum tau mengapa Thea memutuskan untuk meninggalkannya waktu itu.

hari demi hari.
bulan demi bulan.
tahun demi tahun.
mereka semua menghilang dari hidup Thea.
Thea bisa menghadapi kehidupan barunya, dengan sejuta kisah.

Thea mulai memasuki masa SMA nya dan muncullah Cris di hidupnya. Memberi warna baru, memberi semangat baru. Namun ia dihancurkan lagi oleh karena yang namanya CINTA !
Cris memilih dia sebagai sahabat dan memilih cewe lain sebagai pacarnya.
Begitu sakit Thea rasakan atas penantiannya selama ini.
Namun, Thea ternyata belum bisa melepasnya dan tetap menanti. Thea masih saja terpaku padanya padahal semua teman - temannya sudah memberitahu untuk menjauhinya namun Thea tetap saja bersikukuh tetap menanti walau kadang ia merasa menjadi seperti orang bodoh yang menanti sesuatu yang tidak mungkin.

Martin yang sudah hampir 4 tahun menghilang sekarang muncul lagi dengan wujud sahabat. Thea sangat merindukan Martin yang selama ini menghilang namun sekarang muncul lagi dengan semangat yang sama. Semangat menebarkan senyuman ke sekeliling dia.

dan Thea masih tetap menanti jawaban Tuhan.
apa yang harus Thea lakukan untuk masalah ini.
Tuhan yang tau jawaban atas semua pertanyaan Thea selama ini.

dan Thea tetap menunggu..
menunggu..
menunggu..
menunggu jawaban Tuhan..

PS : maaf jika nama, tokoh, cerita, atau karakteristik tokoh sama dengan kehidupannya nyata. ini hanya sebuah true story dengan nama yang disamarkan karena penulis belum berani menampilkan dirinya. penulis masih ingin menjadi invisible dan cerita ini adalah jawaban bagi mereka yang sempat bertanya - tanya tentang penulis ini. Terima Kasih.

Wednesday, February 23, 2011

cinta.

apa arti cinta yang sebenarnya ?!

Tuesday, February 22, 2011

review hari ini

pagi gue BANGUN sekitar setengah 7an. abis itu ngangetin bubur di microwave. sambil MAKAN gue ONLINE. abis itu NYUCI piring. selanjutnya gue tutup dashboard gue nd beralih ke DESIGN buat poster uprak kelas 12 bahasa sambil diselingin MAKAN ES KRIM dan lanjut lagi kerja design nd akhirnya layout background beres :D :P
abis itu gue MAKAN SIANG dan ONLINE sebentar CHATTING sama maria mutiara evangelista *adek kelas di asrama gue*. dia curhat tentang si tas cuning picang *cowok yg ngejar dia selama ini* ke gue. dan gak lama gue KETIDURAN. gue KEBANGUN pas ada yang telepon ke telepon rumah dan ternyata telpon gak penting yaitu telkom dan dia cuman promosi ttg speedy *gak penting banget sih*. gak lama nyokap pulang. trus gue beralih jadi ke ruang tengah dan NONTON TV dan selalu acara favorit gue yg selalu gue cari yaitu spongebob squarepants. entah kenapa selama gue nonton selalu ada aja film itu, entah di global tv atw nickelodeon *mungkin gue emang jodoh ma film ini HAHAHAHAHAHA* 
setelah itu gue lanjut NONTON TV dengan film yang sama. gue memutuskan untuk BUAT KARTUL yang sempat terlantar selama kurang lebih 2 bulan lebih ahahahahahaha dan sambil CHATTING sama si tia *yg namanya gue sebut diatas itu* dan gak berapa lama si gerald muncul bersama webcame-nya. dia minta bantuan gue buat tabel excel. gue gak bisa banyak cerita soal ini, ada juga gue CERITA sama tia. ini capture window chat gue sama tiaa..




itulahhhh percakapan gue membicarakan (re : menertawakan) sahabat gue, gerald :D :D :D
peace yoooo..

greet,


Wednesday, February 16, 2011

oh my home !

Sunday, February 20th 2011
Malang - Jakarta
Sunday, February 27th 2011
Jakarta - Malang
:)

Saturday, February 5, 2011

my deadline in Feb

ini deadline / jadwal nulis ekspedisi yang gue buat tadi
deadline ttg tulisan lagi !
kadung nangis aku cakkkk ! sumpah ya deadline ini emang bener" bikin gue mau nangis :((

so now, 
what do i need ?
 
i need spirit !

from who ?

from them !


who is them ? 


them who can make me smile.


where are they ?


i don't know !


do you can find them ?


i don't think so.

so now,
who can be your inspiration ?


HIM.


could he can give your spirit ?

i hope so.

I JUST NEED MORE SPIRIT !

Tuesday, February 1, 2011

hhhhhhhhh..


Dear blog,
Finally, gue dapetin novel Raditya Dika yang judulnya ‘Marmut Merah Jambu’. Sebelum nya gue nyari tuh buku belom dapet – dapet dan akhirnya sabtu kemaren, gue BERHASIL mendapatkannya! (we are the champion.. we are the championnn.. *singing lebay*) pas gue nyari itu sebenernya gue gak sadar kalo tuh buku ada di front nd masih termasuk BEST SELLER dan temen gue yang liat, si yovie.. Novel ini original meennn! Wkwkwkwk 


nahhh ini buktinya gue punya ! :D

Okeeee masuk deh ke intinya, udah lama banget gue gak nulis blog.. huh deadline membunuh ku meenn ! gilaaa aja deadline rush in time !!! sehari itu 24 jam dan tugas tuhhhhh numpuk yang harus di selesaikan hari itu juga. KAMPRET banget ! (ups, gak boleh ngeluhhh)

gilaaaaaaaa !


Nah, gue tuh baru denger kalo ntr tgl 20an tuh libur krn anak kelas 3 pada UAS.. gue mau pulang ! selaen itu juga si Gerald ngajak tukeran coklat dan gue sudah meng-IYA-kan. Tapi tadi baru aja pulang gue denger dari Debbie kalo kita tetep masuk tapi siang waktu anak kelas 3 UAS. Haiz! Geu pengen pulanggggg. Pengen istirahat dan nyelesain semua tugas gue.. please, mengertilaha wahai pihak sekolahhhh.. kami ingin sekali libur walau hanya 1 minggu saja !


Sincia aja gue gak balik, gak dapet angpau lahhhh bête banget gue mamen ! please tolong sekolahhh ! liburrr donkkkkkk !

Sunday, January 23, 2011

drama sastra


Hujan Sudah Duluan..
Drama 3 babak diadaptasi dari cerpen “Sebuah Rencana Hujan” karya Sugging Raga
(oleh : Anastasia Theodora Kumiling)

Karakter fisik tokoh dan setting :
-. Nalea, perempuan usia 10 tahun, menggunakan seragam SD, membawa tas sekolah dan tas bekal.
 yang sedang duduk menunggu di pos satpam sekolahnya. Ia lengkap dengan tas sekolahnya dan tas bekalnya. Sekolah saat itu sudah sangat sepi hanya ada satpam yang sedang minum kopi.
-. Ibu, wanita 35 tahun berpakaian rumahan (kebaya, jarit)
-. Pak Satpam, berpakaian seragam satpam
-. Ayah, pria 38 tahun berpakaian rumahan (celana, kaos putih polos)
-. Pemeran figuran ( Pak Satpam, Sinta, Leona)

PANGGUNG
BABAK 1
Di atas panggung disediakan setting halaman sekolah yang ada pos satpam nya.Ada papan nama sekolah, bangku ruang tunggu.Banyak pemeran figuran.
BABAK 2
Di atas panggung disediakan setting pos ronda tua yang ada meja tuanya.
BABAK 3
Di atas panggung disediakan ruang tamu yang berisi sofa dan meja kecil.




BABAK I
(Diperdengarkan bel pulang berbunyi dan murid Sekolah Dasar berkeliaran di atas panggung saling berbicara dan ada juga yang berpamitan. Setiap murid Sekolah Dasar yang masih kecil – kecil itu kebanyakkan dijemput oleh orang tuanya.)
Sinta:              “Lea, kok belum pulang ?”
Nalea:             “aku belum dijemput nih.”
Sinta:              “Teman – teman aku duluan yaaaa..” (sambil melambaikan tangan)
Nalea:             “yahhhh dadahhhhh…” (melambaikan tangan juga)
Sinta:              “jangan lupa buku ku yaaa..”
Nalea:             “okok.”
Leona:                        “Loh, ibu mu emang kemana ? kok belum jemput?”
Nalea:             “aku juga gak tau.”
Leona:                        “Nah, itu ibu ku. Aku pulang duluan yaaaaa…”
(nalea sendirian duduk di kursi tunggu depan pos satpam.)
Pak Satpam:  “Dik, kok belum dijemput sih?!”
Nalea:             “hm” (jawabnya gagu)
Pak Satpam:  “ kalau belum dijemput jangan pulang dulu ya, Dik.”
(disertai suara gemuruh hujan dan langit mulai mendung)
Nalea:             “tapi sudah mau hujan pak.”
(bunyi Guntur dan kilat menyambar)
Pak satpam:  “ya tetap tunggu saja sampai yang jemput datang.”
(nalea tetap dengan wajah khawatir, clingak – clinguk)
Nalea:             “duh mama kok belum jemput aku sih ?! ini khan udah mau hujan.” (clingak – clinguk dan ekspresinya khawatir)
Nalea:             “tapi mama bilang jangan pulang dulu kalau belum di jemput.”
(Gadis kelas empat SD itu kelihatannya sangat resah dan hanya bisa clingak – clinguk menanti ibunya untuk menjemputnya. Padahal langit sudah mulai mendung)
Nalea:             “Pak, aku pergi dulu yaaa..”
Pak satpam:  “Loh, dik.. (sambil tangannya memanggil-manggil)
Nalea:             “Ibu tidak jemput – jemput aku nanti kesorean soalnya Pak.”
Nalea:             “daaahhhhhhhh..”
(pak satpam menghela nafas).
(akhirnya ia pergi meninggalkan pos itu dan pulang.)











BABAK II
(Suara petir saling sahut menyahut dan mulailah titik air hujan itu jatuh. Hujan lebat mengguyur disertai angin kencang.)
(Ada pos ronda tua dan Nalea berteduh. Ia membuka sepatunya yang basah karena berlarian sepanjang jalan lalu meletakkannya di bawah sebuah meja tua di situ.)
Nalea:             ” Ibu nyari aku gak ya?”  (sambil melepaskan tasnya dan sepatunya yang basah karena hujan).
(Nalea duduk dengan posisi memeluk kakinya sendiri karena kedinginan)
Nalea:             “Ibu mana ????” (sambil menoleh kanan dan kiri kebingungan menunggu ibunya datang dari kejauhan namun yang ia lihat hanya derai hujan lebat).
Nalea:             (Nalea diam termenung) coba saja aku dengar kata mama pasti aku gak akan kehujanan gini.” (sambil merenungi dirinya sendiri dan menyesali kenapa tidak patuh pada ibunya.)
Nalea:             “Aduhhhh ini basah semua.. Mana hujannya tidak reda – reda lagi.” (mukanya cemberut)
-. Petir menyambar dan gemuruh datang silih berganti. Nalea sangat tampak kalau ia sangat ketakutan dan ia berlindung di bawah meja tua yang ada di pos ronda tua itu.
Nalea:             “Ibuuuuuu… Aku takuttttttttttt..” (dengan wajah ketakutan)
Nalea:             “brrr.. brrrr… (ekspresi kedinginan).
(Nalea teringat dengan semua buku – buku yang ia pinjam dari Sinta dan mengeluarkannya)
Nalea:             “Ya ampunnnnnnnn ini buku Sinta..” (mengeluarkan semua buku Sinta)
Nalea:             “aduhhhh gimana ini ?! semua nya memang gara – gara aku!”
Nalea:             “Coba saja aku menunggu di sekolah, pasti buku – buku ini gak akan basah seperti ini.” (wajahnya sedihhh dan penuh penyesalan)
Nalea:             “”Ibu pasti sibuk tadi. Tidak bisa cepat menjemput. Coba Nalea mau menunggu di sekolah, mungkin ibu sekarang sudah sampai sambil bawa payung.”
Nalea:             “Hujannya benar – benar gak reda – reda lagi..”
Nalea:             “Tuhan, maafin aku soalnya aku gak dengerin kata-kata ibu dan sekarang aku jadi kehujanan gini dan gak bisa pulang.”

















BABAK III
Ibu:                  “Pak, Nalea kemana ya ? kok belum pulang – pulang juga dari tadi.”
Bapak:            “Bapak juga tidak tau,Bu..”
Ibu:                  :Mungkin saja ia di rumah temannya ya,Pak”
Bapak:            “Semoga saja begitu.”
Ibu:                  “Ini memang selah ibu,Pak.”
Bapak:            “Loh mengapa bisa begitu?”
Ibu:                  “Seharusnya ibu tadi menjemput Nalea tepat waktu. Tapi ternyata hujan sudah duluan.”
Bapak:            “Lebih baik kita berdoa saja Bu.”
(Ibu hanya memandangi hujan dari jendela berharap Nalea datang.)
(back song : Firasat – Dewi Lestari)
(Bapak melihat ibu dengan ekspresi iba.)
Ibu:                  “Sepertinya hujan belum pernah selebat ini yaa..”
(Bapak hanya manggut – manggut saja)
Ibu:                  “Nalea kok belum sampai – sampai ya Pak ?”
Bapak:            “Tadi kata ibu sepertinya dia mampir di rumah temannya.”
Ibu:                  “Kan semoga saja Pak.”
(ibu mencari payung)
Bapak:            “Loh ibu mau kemana ?”
Ibu:                  “Ibu mau cari Nalea, Pak.”
Bapak:            “Sudah biar bapak saja yang cari Nalea.”
Ibu:                  “Tapi bapak tidak tau Nalea biasanya dimana.”
Bapak:            “Tapi ini hujan, Bu..”
Ibu:                  “Tapi ini salah ibu tidak menjemput Nalea tadi.”
(terjadi perseteruan antara Bapak dan ibu.)
Bapak:            “Baiklah ibu yang pergi mencari, Bapak yang menunggu di rumah.”
Ibu:                  “Baiklah kalau begitu.”
Ibu:                  “Ibu pergi ya, Pakk..”
(bapak menunggui Ibu sampai menghilang di balik derasnya hujan yang mengguyur)
Bapak:            “Entah mengapa rasanya aku ini tidak rela sekali melihat ibu pergi mencari Nalea. Apa ini firasat ?”
(di pos ronda Nalea semakin kedinginan)
Nalea:             “Duhhh ibu kemana sih ?”
Nalea:             “brrrrr .. brrrrr…”
Nalea:             “sebaiknya aku jalan saja deh daripada aku mati kedinginan disini.”
(Nalea membereskan semua buku dan sepatunya)
(gemuruh Guntur semakin keras dan petir)
Nalea:             “Tuhan lindungi aku.”
(Nalea berlari menerjang hujan yang deras itu)
(Ibu menyisir jalan mencari Nalea)
Epilog :
Namun jalan itu sudah seperti laut yang dipenuhi dengan air luapan sungai seperti siap menelan semua yang ada di hadapannya.
Tiga jam berlalu, dan….
*back song : one litre of tears – susumu ueda)
Epilog :
Tetapi, hujan telah lebih dulu menjalankan rencananya, jika ibu dan anak itu dapat bertemu lagi setelah ini, keduanya tentu akan lebih saling menyayangi di dunia yang lebih damai.